Sabtu, 25 Februari 2017

17 TANAMAN BERACUN YANG HARUS KITA KETAHUI

Tanaman beracun yang harus kita ketahui- Pada 399 SM, Socrates harus menerima kenyataan dihukum mati karena dituduh tak percaya Tuhan oleh pengadilan Athena. Ia dipaksa meminum ramuan tanaman hemlock (Conium macalatum). Dengan cepat racun bekerja, Socrates muntah, sakit perut, limbung, otot-ototnya lumpuh, meracau dan akhirnya mati lemas. Tanaman beracun mengiringi sejarah tragedi manusia yang harus mati karena dipaksa atau sukarela menelannya. Bahkan sang pujangga, Shakespeare, sering "membunuh" karakter tokohnya dengan tanaman beracun. Juliet meminum segelas Belladona (Atropa belladonna), dan ayah "Hamlet" diracun dengan henbane (Hyoscyamus niger).

Kita tinggalkan Eropa, karena Indonesia ternyata juga punya beberapa spesies tanaman 'seram' yang dalam dosis berlebih bisa membunuh. Bahkan satu diantaranya yakni, racun Ricin, pernah digunakan untuk percobaan pembunuhan Presiden Barack Obama.


Berikut  kami ulaskan 17 tanaman beracun yang ada di sekitar kita yang harus kita waspadai ; 



English Yew 

Hasil gambar untuk tanaman beracun English Yew

Tanaman ini merupakan tanaman kecil yang mempunyai buah lebat seperti berry berwarna merah. English yew marupakan tanaman yang dapat membunuh manusia jika dikonsumsi dengan dosis 50 g. Efek yang ditimbulkan dari racunnya, dapat menyebabkan gagal ginjal yang berujung pada kematian tanpa ditandai ciri-ciri lainnya. Itulah beberapa tumbuhan dan tanaman mematikan. Ternyata tanaman dengan segala bentuk buah, bunga dan daun yang menarik di sekitar anda bisa saja menjadi pencabut nyawa, tanpa anda sadari.

 

Pohon Strychnine 
Hasil gambar untuk tanaman beracun Pohon Strychnine

Dikenal sebagai kacang beracun, Pohon Strychnine adalah tumbuhan yang memiliki biji mematikan dengan kandungan racun seperti namanya yaitu Strychnine. Bukti dari betapa mengerikannya racun ini sendiri ditunjukkan dalam kisah Ratu Cleopatra yang meminta bawahannya untuk melakukan bunuh diri dengan memakan biji pohon Strychnine. Ia ingin mengetahui apakah biji ini adalah cara terbaik baginya untuk bunuh diri. Setelah melihat bawahannya kejang-kejang menderita kesakitan, Cleopatra mengurungkan niatnya.
Alasan mengapa Cleopatra mengurungkan niatnya adalah karena memang gejala dari racun ini sangatlah terlihat mengerikan dan menyakitkan, dimulai dari kejang-kejang kuat, gemetar, muntah-muntah, kehilangan kesadaran, hingga akhirnya kematian.


Aconitum / Wolf’s bane 

Gambar terkait
Tanaman dengan nama lain seperti wolf’s bane, women’s bane, devils helmet, leopard’s bane, hingga blue rocket adalah nama-nama yang semuanya merujuk ke tumbuhan satu ini. Sering digunakan oleh suku Ainu dari Jepang untuk berburu dengan dioleskan ke ujung panah mereka.
Tumbuhan biasa hidup di daerah pegunungan belahan bumi bagian utara. Ia memiliki racun berbahaya yang dikenal  alkaloid pseudaconitine. Jika anda mengkonsumsi tanaman ini dalam jumlah besar akan menyebabkan kematian setelah 2 hingga 6 jam. Maka Wolsbane termasuk juga kategori tumbuhan beracun yang mematikan. Namun, diketahui hanya 20ml racun ini saja juga dapat membunuh seorang pria dewasa. Nama wolf’s bane dari tumbuhan mematikan ini sendiri berasal dari sejarahnya karena sering digunakan untuk membunuh serigala.


The Suicide Tree

Gambar terkait

The Suicide Tree (Pohon Bunuh Diri), Pong-pong, Othalanga, semuanya adalah sebutan untuk 1 spesies pohon yang memilki nama ilmiah Cerbera Odollam. Bentuknya sendiri sangatlah mirip dengan bunga Oleander karena berasal dari famili yang sama. Sedangkan alasan dari penamaan tanaman ini adalah karena tanaman ini adalah tanaman popular untuk senjata pembunuhan diam-diam dan juga bunuh diri.
Tanaman ini mempunyai bagian-bagian bunga putih seperti melati namun lebih besar. Racun yang terkandung dalam tanaman ini adalah Cerberin yang dapat menyebabkan gangguan otot jantung, kegagalan pernapasan, dan kemudian kematian. Selain itu, membuat seseorang memakan biji beracun ini juga sangatlah mudah karena rasanya dapat ditutupi oleh bumbu makanan lainnya dan tidak hanya itu saja, racun dari tumbuhan ini sering diabaikan saat otopsi. Inilah sebabnya mengapa The Suicide Tree sering dikatakan sebagai alat pembunuhan yang sempurna.


Water Hemlock

Hasil gambar untuk tanaman beracun Water Hemlock  
Water Hamlok terkenal sebagai salah satu tumbuhan paling mematikan dalam sejarah manusia sejak dulu. Ia ini naik pamor dan menjadi sangat terkenal setelah ia bertanggung jawab atas kematian socrates. Cicuta atau Water Hemlock merupakan tanaman atraktif dengan bunga kecil berwarna putih atau hijau yang teratur menyerupai payung. Di Amerika Utara, Water Hemlock adalah tumbuhan paling mematikan karena sangat beracun bagi manusia.
Tanaman ini kerap dijuluki daun peterseli beracun, bubur setan atau berang-berang beracun. Menjadi sangat beracun, karena semua bagian dalam dirinya memiliki alkaloid coniine, menghasilkan racun cicutoxin. Mereka yang bernasib buruk karena mengkonsumsi water hemlock, secara otomatis Racun Cicutoxin akan aktif dan mengakibatkan kram, muntah-muntah, gemetar, gagal jantung, bahkan melumpuhkan syaraf pusat sebelum akhirnya merenggang nyawa.

Doll’s Eye / Mata Boneka 

Hasil gambar untuk tanaman beracun   Doll’s Eye atau Mata Boneka
Penampilan dari tanaman mata boneka ini cukup unik tapi mengerikan, itu wajar karena yang terkandung di dalamnya juga sesuatu yang mengerikan. Titik hitam yang ada di tengah buah berry putih ini adalah titik yang menandakan tempat dengan konsentrat racun tertinggi. Karena bentuknya yang sangat unik inilah biasanya anak kecil suka tertarik dengan tanaman Doll’s Eye. Beberapa kasus anak-anak akan keracunan setelah bermain dengan tanaman ini.
Biji dari tanaman mata boneka ini mengandung toksin cardiogenic. Toksin yang satu ini bisa memberi efek seperti penenang pada jaringan otot jantung. Jika biji tanaman ini  dikonsumsi maka dapat menimbulkan keracunan hingga gagal jantung yang bisa menyebabkan kematian.


Rosary Pea / Rosary Kacang Polong 

Hasil gambar untuk tanaman beracun Rosary Pea atau Rosary Kacang Polong
Salah satu ciri dari tanaman ini adalah warna merah pada bijinya. Memilik nama lain The Rosary Pea, Crab’s Eye, atau Jumbie Bead. Jika tidak tahu dan dipandang sekilas, tanaman ini nampak tidak berbahaya bahkan terkesan lucu dan unik. Namun ternyata ia memamg mematikan. Sesuai namanya, tumbuhan ini dulu kerap digunakan sebagai manik-manik untuk rosario. Perhiasan di seluruh dunia memakainya. Sehingga banyak pembuat perhiasan yang kondisinya drop bahkan meninggal pasca menusukkan jari ketika memegang tumbuhan ini.
Di Indonesia sendiri tanaman ini dikenal sebagai Saga Rambat. jika anda menghirup dan mengkonsumsinya, maka alamat hidup anda bisa berakhir. Karena Racun yang terkandung dalam tumbuhan ini adalah Abrin yang merupakan salah satu toksin paling mematikan di dunia, gejala awal yang akan ditimbulkan, halusinasi, gagal ginjal dehidrasi dan akhirnya berujung pada kematian.

Bunga Oleander 

Gambar terkait

Tanaman Oleander memang cantik, bahkan sering dijadikan penghias halaman sekolah maupun taman. Tetapi anda jangan terkecoh dengan paras cantikanya, karena siapa sangka, bunga oleander termasuk jenis tanaman yang dengan mudah menghilangkan nyawa manusia.
Walaupun tanaman ini indah untuk dilihat, ingatlah untuk jangan pernah memasukkan bagian apapun dari tanaman ini ke mulut Anda. Dimulai dari daun hingga buahnya. Karena Bunga Oleander ini selain dikenal cantik, juga sebagai salah-satu dari tumbuhan yang paling beracun. Jika daunnya di konsumsi satu helai saja dapat membunuh manusia dewasa. Bahkan berdasarakan TESS atau Toxic Exposure Surveillance System, dilaporkan khususnya di Amerika Serikat terdapat 847 jenis racun manusia dan semua racun itu sangat berkaitan dengan bunga Oleander ini.

Deadly Nightshade 

Gambar terkait
Secara sekilas tanaman ini terlihat tidak berbahaya bahkan terlihat dapat dimakan dengan buah berrynya yang berwarna hijau atau hitam mengkilat, ditambah lagi rasa mereka yang manis. Sayangnya, tumbuhan Deadly Nightshade ini adalah salah satu tanaman paling mematikan yang ada di dunia.Racun yang terkandung dari tanaman ini adalah Atropine dan scopolamine yang diproduksi alami oleh sel suatu organisme. Anehnya adalah racun atropine dan scopolamine yang ada di dalam tanaman ini tidak mempengaruhi hewan tertentu seperti kuda, kelinci, domba, dan beberapa burung diketahui tidak terpengaruh oleh racun mereka.
Sementara manusia sendiri sangat sensitif terhadap racun ini, dimana 2 buah berry tanaman ini diketahui cukup untuk membunuh seorang anak kecil, dan 10 hingga 20 buah cukup untuk membunuh seorang manusia dewasa. Hal ini berlaku lebih fatal lagi untuk daun mereka, yakni hanya dibutuhkan 1 daun untuk membunuh seorang pria dewasa. Dan hal yang lagi-lagi aneh, ternyata keluarga dari nightshade ini ternyata begitu dekat dengan dapur kita. Seperti tomat, terong, kentang dan cabai rawit.


Gympie-Gympie ( Dendrocnide moroides

Hasil gambar untuk tanaman beracun Gympie-Gympie (Dendrocnide moroides)
Gympie-gimpie ini tumbuh subur di Hutan Maluku-Indonesia dan hutan timur Australia. Bila anda masuk hutan berhati-hatilah dengan tanaman yang satu ini, bila kebetulan menjumpainya segeralah menjauh, berada didekatnya sama saja mengundang bahaya. Namanya memang sekilas terdengar imut tapi anda jangan terkecoh, ternyata racunnya mematikan.
Orang luar negeri biasanya menyebut gympie-gympie dengan sebutan tanaman penyengat, karena bila kulit tersentuh daun gympie-gympie sedikit saja, rasanya seperti disengat oleh panas luar biasa dan tidak akan hilang hingga berbulan-bulan, karena efek racun moroidin yang terdapat di bulu tanaman ini.Rekor terbesar gympie-gympie adalah pernah membunuh hewan dan manusia. Bahkan Saking kuat racunnya, daun gympie-gympie yang telah kering beratus tahunpun masih mengandung racun moroidin dengan kuat. Dengan efek racun yang begitu luar biasa, tentara Inggris pada akhir tahun 1960an, diduga pernah tertarik pada Gympie-Gympie dan berniat menjadikannya senjata biologis.


Pohon Upas 

Gambar terkait
Nama ilmiah dari pohon upas ini adalah Antiaris toxicaria , di indonesia pohon ini masih banyak ditemukan, di pulau jawa pohon upas ini dikenal dengan sebutan pohon Ancar. Pohon Upas atau pohon Ancar ini pernah menjadi momok menakutkan dan begitu legendaris pada masa penjajahan VOC di Nusantara. Pasalnya tentara VOC pernah dibuat kalang kabut menghadapi perlawanan rakyat yang memakai racun pohon Upas sebagai senjata. Hingga secara khusus Letnan Gubernur Thomas Stamford Raffles (1781-1826) mengutus Thomas Horsfield (1773-1859), naturalis asal Amerika Serikat, untuk mempelajari racun pohon upas ini.
Hasil dari penelitian itu menyatakan bahwa pohon upas memang mematikan, tapi hanya lendir getahnya. Efek racun pohon upas itu cukup mengejutkan kala diuji cobakan kepada seekor ayam dan anjing, yang pertama langsung mati kurang dari dua menit dan yang satunya dalam sekitar delapan menit. Dalam laporannya pada 1812, Horsfield mengutarakan bahwa penduduk lokal sudah menyadari khasiat racun pohon upas untuk keperluan membunuh lawan-lawannya. Sekali terkena getah racunnya, orang tersebut akan kejang-kejang lalu mati.

Kecubung ( Datura Metel

Gambar terkait
Tanaman kecubung yang ada di Indonesia ini berjenis Datura Metel, dan masih satu keluarga dengan Bunga Lonceng. Sebenernya kecubung mengandung senyawa kimia yang memiliki banyak khasiat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Kandungan ini membuat kecubung dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional untuk berbagai penyakit, seperti asma, reumatik, sakit pinggang, pegel linu, bisul maupun eksim, sakit gigi, ketombe, hingga nyeri haid. Bagian tanaman kecubung yang paling sering dipakai sebagai obat herbal ini adalah daun.
Namun, jangan dikira tanaman kecubung aman-aman saja. Anda perlu tahu, kecubung juga mengandung racun berupa zat alkaloid yang mempunyai efek halusinogen terutama pada bagian bijinya. Efek yang ditimbulkan bila kecubung yang dikonsumsi melebihi takaran antara lain mual, muntah, sesak nafas, rasa gelisah, nadi berdenyut cepat, kulit wajah dan tubuh berubah menjadi merah, pusing, mulut terasa kaku, halusinasi hingga akhirnya berujung pada kematian. Dalam beberapa kasus penggunaan racun biji kecubung biasanya digunakan untuk bunuh diri.


Ubi Racun / Singkong Karet 

Hasil gambar untuk tanaman beracun Ubi Racun atau Singkong Karet
Singkong atau dikenal juga dengan ubi memang makanan khas desa yang banyak digemari masyarakat. Tetapi siapa sangka ternyata singkong itu mengandung racun yang berbahaya. Namun, kadarnya berbeda bergantung varietasnya. Singkong pahit yang memiliki nama latin Manihot glaziovii (dikenal sebagai ubi racun atau singkong karet) kadar racunnya jauh lebih tinggi dibanding singkong manis yang biasa dikonsumsi setiap hari (Manihot utilissima). Racun yang ada pada singkong biasanya terkonsentrasi di daun dan umbi singkong, racun itu diketahui sebagai senyawa cyanogenik glycoside; linamarin dan lotaustralin yang oleh enzim dapat menghasilkan asam sianida.
Sianida dikenal sebagai pembunuh berdarah dingin dan sulit terditeksi, ia tidak berasa, tidak berbau dan tidak berwarna. Satu-satunya indikator untuk mengetahui sianida ada pada singkong adalah warna kebiruan yang muncul pada umbi bila lama terpapar udara.Racun sianida akan jauh berkurang bila dipanaskan. Biasanya korban yang keracunan akibat salah dalam pengolahan singkong karena memasak umbi atau daun tidak sempurna. Jadi, bagi anda yang sudah tahu hal ini jangan pernah memakan daun atau umbi singkong dalam keadaan mentah atau setengah matang karena itu sangat berbahaya.

Tanaman Jarak 

Gambar terkait
Tanaman ini sudah tercatat di rekor dunia sebagai tanaman beracun yang sangat mematikan. Tanaman yang dikenal juga sebagai tanaman cator ini berbahaya pada bijinya. Daun dan getah jarak biasanya banyak digunakan untuk pengobatan tradisional, tapi siapa sangka biji jarak adalah pembunuh yang mematikan. Memakan dua biji jarak sudah cukup menamatkan riwayat hidup anda selamanya.
Biji tanaman jarak ini mengandung racun yang bisa menyebabkan rasa terbakar pada mulut, leher, perut dan selanjutnya bisa mengakibatkan kematian karena dehidrasi. Racun yang terkandung dalam pengolahan biji jarak ini biasa dikenal dengan ricin. Ricin merupakan senyawa sampingan yang dihasilkan dari pengolahan biji tanaman jarak. Senyawa ini dapat mengakibatkan orang tewas karena menyebabkan gangguan sistem peredaran darah dan pernafasan. Saat ricin masuk dalam tubuh, satu molekul ricin akan membunuh satu sel. Jika senyawa ini terhirup, disuntikkan atau tertelan, kurang dari titik kecil ricin dapat membunuh seseorang dalam waktu 36-48 jam.Para ahli medis mengatakan, ricin merupakan pembunuh ganas sekuat virus anthrax. Dan, bahayanya lagi, sampai saat ini belum ditemukan penawarnya.

Dieffenbachia

Hasil gambar untuk tanaman beracun Dieffenbachia 
Dieffenbachia atau dikenal dengan sebutan daun bahagia merupakan tanaman hias populer yang biasa ditanam di pekarangan.  Getah daun dan batang Dieffenbachia mengandung kalsium oksalat yang dapat menyebabkan gatal-gatal maupun kejang pada bibir dan lidah. Dalam kasus langka, kejang tersebut dapat menyebabkan syok dan mengganggu saluran pernafasan, hingga berujung kematian. Sebaiknya, jauhkan tanaman ini dari anak-anak dan hewan peliharaan, karena mereka rentan akan bahaya tanaman ini.

Acokanthera

Hasil gambar untuk tanaman beracun Acokanthera

Saat ini, acokanthera digunakan dalam dunia medis, tapi di waktu lampau, suku-suku di Afrika menggunakan getah beracun tanaman ini untuk melumuri ujung panah mereka. Jika tertelan, racun acokanthera bisa membunuh orang dewasa dalam waktu kurang dari satu menit. Buah beri yang berbau harum dan manis, sehingga menarik perhatian anak-anak.

Buah Bintaro

Hasil gambar untuk tanaman beracun Buah Bintaro

Tanaman yang bernama latin Cerbera manghas ini masih termasuk ke dalam ekosistem hutan mangrove. Bintaro kerap dijadikan ‘alat’ penghijauan karena termasuk tanaman kuat dalam bertahan hidup, aspek tumbuhnya cepat ( tingginya bisa mencapai 12 meter ) dan memiliki buah serta bunga yang menarik. Namun dibalik itu semua, bintaro memiliki bunga dan buah yang mengandung cerberin, suatu glikosida yang sangat dapat mempengaruhi kerja jantung. Jaman dulu, orang-orang menggunakan racun bintaro untuk membunuh atau bunuh diri. Selain itu, racunnya juga kerap digunakan untuk mengolesi mata anak panah kala berburu.
Bahkan hingga kini, buah bintaro yang sudah matang dipercaya ampuh mengusir tikus yang berkeliaran di rumah. Kamu mau coba ? Tapi jangan lupa cuci tangan usai memegang buahnya ya.

Demikian tadi 17 jenis tanaman beracun yang harus kita ketahui yang sebaiknya kita hindari dan kita jauhkan dari jangkauan anak anak. Sebenarnya masih banyak lagi tanaman beracun lainnya yang sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian oleh karena itu tetap waspada dan cari tahu dahulu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar